Recent News

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 06 Juli 2020

Mengolah sampah menjadi rupiah



"Rena Arifah sebagai pendiri rumah briket sedang menjelaskan kepada warga tentang pengolahan sampah di kantor lurah Medan Selayang"

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Utara berkerja sama dengan beberapa kelurahan di kota Medan. Program Kotaku, Yayasan Budaya Hijau Indonesia memberikan pelatihan pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis kepada sejumlah warga di Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

"pelatihan itu digelar untuk menciptakan masyarakat bermental wirausaha demi meningkatkan pendapatan perekonomian warga serta upaya mengurangi permasalahan sampah di Kota Medan." Ujar Lurah Simpang Selayang ketika sosialisasi ditempatnya, Februari 2020 lalu.

Peserta diberikan pelatihan proses mengolah sampah organik menjadi produk briket arang dan eco enzym yang dapat dijadikan sumber pendapatan baru serta mengatasi sampah yang menjadi salah satu permasalahan selama ini.

Ia berharap, peserta dapat bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dengan memanfaatkan sampah organik di sekitar lingkungannya menjadi briket dan eco enzym.

Volume sampah di Kota Medan, lanjut dia, terus bertambah, tentunya hal itu harus dimanfaatkan peserta untuk menjadi produk ekonomis sekaligus mengurangi permasalahan sampah.

"Saya berharap dengan kegiatan ini warga dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian" tambahnya.

Pendiri Rumah Bricket, Rena Arifah mengatakan, masyarakat harus mengubah pola pikir ketika sampah yang tadinya tidak dapat diolah, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

"Karena sejatinya itu kita sebagai manusia bersifat materialistis, Jadi sesuatu harus dapat kita ubah menjadi materi" ujarnya.

Sementara, Biro Program Kerjasama Bisnis Kadin Sumut, Diaz Wika mengatakan, Program ini untuk solusi permasalahan sampah dengan mengajak sejumlah lembaga pengiat lingkungan hidup.

"Bersama kami terus mensosialisasikan dan membuat pelatihan ke sejumlah kelurahan di Sumatera Utara" katanya.















Share:

LKBHMI HMI Cabang MEDAN Desak Pemerintah Liburkan Karyawan dan Buruh

Medan-Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) HMI Cabang Medan, mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan libur bagi buruh dan karyawan serta pekerja pabrik yang berada di kota Medan. Selama menghadapi ancaman virus Covid-19 yang semakin meluas, hal itu membuat para karyawan dan buruh ketakutan.

" pemerintah meminta melakukan social distancing, melarang perkumpulan atau keramaian, menyuruh untuk bekerja dari rumah, namun di lain sisi banyak karyawan dan buruh maupun pekerja pabrik yang tetap bekerja. Dan beberapa di antaranya melakukan kontak langsung dengan penduduk". Ungkap Fuji Bako selaku direktur eksekutif LKBHMI Cabang Medan, Senin(30/3)

Menurutnya pemerintah mengabaikan hak dasar karyawan, buruh dan pekerja pabrik untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan di tengah maraknya penyebaran covid-19. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya karyawan, buruh maupun pekerja pabrik yang tetap bekerja sampai saat ini.

" oleh karena itu kami dari LKBHMI meminta kepada pemerintah untuk meliburkan para karyawan dan buruh-buruh tersebut. Jangan karena investasi para karyawan dan buruh dijadikan korban lagi, terkhusus karyawan dan buruh yang bekerja di daerah zona merah". Tambahnya

Di dalam konstitusi Undang-undang negara Republik Indonesia telah mengatur perlindungan bagi setiap warga negara.

Fuji Bako mengatakan, "bahwa amanah konstitusi memerintahkan negara dalam hal ini pemerintah harus melindungi segenap tumpah darah bangsa indonesia, termasuk karyawan dan buruh yang masih bekerja dan belum atau tidak di liburkan. Pasalnya tidak ada jaminan bahwa karyawan dan buruh tersebut terbebas dari ancaman covid-19".

Selama karyawan dan buruh tersebut di liburkan atau dirumahkan, maka sesuai dengan surat edaran Menakertrans RI No.5 tahun 1998 dan UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
Share:

Budaya Gila Baca Bangsa Indonesia

Membaca dapat melahirkan gagasan, dengan gagasan seseorang dapat membuat bangsa ini lebih baik, sejak dulu bangsa ini memiliki para tokoh yang gemar membaca sehingga menjadi budaya dari leluhur untuk anak bangsa.

Jika saja Tan Malaka tidak gemar membaca maka ia tidak akan pernah menulis buku Naar de 'Republic Indonesia', buku yang berisi konsep sebuah negara republik, sehingga menjadi pegangan para tokoh bangsa dalam membangun negara. Selain Tan malaka, ada Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia dengan semangat membacanya dapat memberinya inspirasi dalam tulisan-tulisanya yang tajam dan antikolonial.

Proklamator Indonesia, Soekarno dan Hatta juga memiliki animo membaca yang besar, bagi Soekarno dengan membaca membuatnya seperti bertemu dengan orang-orang besar mendengarkan pemikiran-pemikiran mereka, sedangkan Hatta juga dikenal lahap dalam membaca bahkan diantara para pelajar Indonesia saat itu Hatta yang paling banyak koleksi bukunya.

Dengan budaya gemar membaca menghasilkan anak muda yang visioner, wawasan luas, memiliki gagasan, serta kritis dalam berpikir. Maka tidak heran jika ingin melihat bagaimana suatu bangsa maju, maka lihat minat anak mudanya dalam membaca.

Akan tetapi budaya gila baca bangsa ini makin hari kian luntur, menurut UNESCO persentase membaca anak muda Indonesia di angka 0,01 persen, itu berarti dari 10.000 anak Indonesia hanya 1 yang minat membaca.

Tidak hanya itu, menurut sumber yang sama Indonesia berada di posisi ke-63 dari 70 negara dalam hal minat membaca, tentu ini menunjukkan budaya gila baca Indonesia semakin luntur.


Untuk meningkatkan minat baca harus ada dukungan dari pihak pemerintah. Perbanyak taman baca dengan buku-buku menarik, sosialisasi kepada orang tua agar sejak dini menanamkan sifat gemar membaca bagi anak, serta memfasilitasi agar perpustakaan sekolah menjadi lebih baik agar mengundang minat baca anak muda.

Indonesia harus melestarikan budaya gila baca, dengan membaca menghasilkan anak muda berkualitas yang tentu akan mengangkat martabat Indonesia. Jika anak muda Indonesia sudah kembali melestarikan budaya gila baca seperti dahulu, maka menuju Indonesia maju dan sejahtera tinggal menunggu waktu saja.
Share:

Rujak simpang jodoh, ikon wisata kuliner Deli Serdang

Keberagaman dan keunikan kuliner khas dari Deli Serdang, Sumatera Utara salah satunya rujak Simpang jodoh yang berada di Jalan Pasar 7, kecamatan Percut Sei Tuan.

Rujak simpang jodoh menjadi ikon wisata kuliner dengan cita rasa dari bumbu yang khas.

Salah seorang pedagang Diah(03/02) mengatakan, yang membuat rujak ini beda dari yang lain karena semua bahan dibuat dengan bahan asli, gula murni tanpa pengawet.

"Bumbu dengan bahan asli seperti kacang tanah dan gula pilihan, buah-membuat bumbunya terasa gurih dan pas dilidah, buah-buahan pada rujak ini juga segar"

Tempat para pedagang rujak simpang jodoh yang strategis berada tepat di persimpangan jalan lintas menambah keunikan dari kuliner ini.

"Tempat strategis yang berada di jalan lintas Medan-Tembung dengan deretan gerobak, membuat Rujak Simpang jodoh mudah dijangkau bagi para masyarakat luar yang ingin membeli untuk mencicipi atau sekedar menjadi oleh-oleh khas ", jelasnya.


Salah seorang pembeli, Husni mengatakan hal yang senada, jika cita rasa khas dan tempat strategis membuat ia sering membeli rujak ini.

"Rasa dari rujak dengan bumbu racikan yang tepat, campuran kacang tanah dan gula merahnya pas ketika dimakan dengan buah segar sedikit asam serta tempat strategis membuat kuliner ini menjadi pilihan saya" katanya.

Share:

Gerakan Peduli Sungai, Upaya Edukasi Penyelamatan Sungai.

Masalah lingkungan yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius, kerusakan ekosistem alam semakin marak terjadi salah satunya ekosistem sungai.

Karena kerusakan sungai semakin serius, beberapa anak muda yang peduli lingkungan membuat gerakan peduli sungai, penyelamatan ekosistem sungai tembung di jalan duku raya, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Gerakan ini pertama kali dimulai pada September 2019, atas dasar kepedulian lingkungan dan ingin mengedukasi masyarakat tentang bahaya limbah yang di buang ke sungai.

Joko, salah seorang anggota dari GPS, mengatakan, gerakan ini awalnya dibentuk sebagai upaya pelestarian lingkungan.

"Jadi kegiatan ini awalnya sebagai gerakan edukasi, sosialisasi, dan pelestarian ekosistem sungai, terutama sungai Tembung" , katanya.

Meski sebuah gerakan positif, awalnya ada penolakan dari masyarakat sekitar terhadap gerakan ini.

"Masyarakat awalnya tidak terlalu suka dengan gerakan kami, karena menilai gerakan kami ini sia-sia", tambahnya.

Joko berharap agar gerakan ini bisa di dukung masyarakat sekitar, sehingga nantinya bisa menaikan ekonomi masyarakat dengan banyaknya pengunjung yang datang.
Share:

Cat cafe Medan Tempat Nongkrong Seru Bareng Kucing

Pernahkah bosan dengan tempat tongkrongan yang biasa saja? Jika iya, apalagi para pecinta kucing, Cat Cafe Medan adalah konsep baru tempat tongkrongan bermain dengan berbagai macam ras kucing.

Cat cafe Medan terletak di jalan Sei Serayu No. 95 E Medan, satu-satunya cafe yang menawarkan konsep dengan tema kucing di Medan.

Akeng, menager dari Cat Cafe mengatakan (10/2), Cafe ini dibuat karena belum ada di Medan. Konsep unik setelah makan bisa bermain dengan berbagai macam jenis kucing.

"Ada 14 jenis ekor kucing disini, ada persia medium, persia peaknose, exsotic, kucing domestik atau kucing kampung, menkun, bengal, himalaya dan lainnya. Usia kucing sekitar 4 bulan sampai 5 tahun", katanya.

Ada berbagai macam makanan di Cat Cafe, makanan favorit disini adalah udang sambal petai. Harapannya agar lebih banyak lagi pecinta kucing yang datang kemari, di lantai satu juga nanti akan dibangun Pet Shop, jelasnya.

Salah seorang pengunjung, Ribka, mengatakan Jika Cat Cafe memiliki konsep yang menarik, mengedukasi masyarakat jika ada berbagai macam jenis kucing.

"Cat Cafe sangat menarik, terutama untuk anak-anak. Kepada masyarakat yang cuma tahu jika jenis kucing itu tidak sekedar Anggora, Bengal, dan kucing kampung saja, ada berbagai macam jenis kucing selain itu", katanya
Share:

M. Natsir: Negarawan dan Dakwah

Medan- M. Natsir seorang pemikir Islam yang rasional, memiliki rasa Nasionalisme yang tinggi, namun tetap pada prinsip jika peran agama tidak dapat dipisahkan dalam pemerintahan.

"Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak, hanya berbunyi ketika terhempas di pantai. Tetapi jadilah kamu air bah, mengubah dunia dengan amalan mu", kata Muhammad Natsir

M. Natsir adalah seorang Perdana Mentri pertama Indonesia. Sebelumnya dia menjabat sebagi menteri Penerangan, kecerdasan dan kebersahajaannya membuat Soekarno sangat mengaguminya. Meski begitu, ia sempat berseteru hebat dengan Soekarno karena masalah prinsip dalam bernegara mereka berbeda.

M. Natsir lahir pada di Alahan panjang, Solok, Sumatera Barat, tanggal 17 Juli 1908. Natsir berasal dari keluarga terpandang di Minangkabau, memiliki ayah seorang juru tulis membuat Natsir sering berpindah-pindah. Natsir menempuh pendidikan HIS dan MULO di Sumatera Barat, serta melanjutkan AMS di Bandung.

Ketika sekolah di Bandung inilah pemikiran agama dan Nasionalismenya berkembang, ia banyak mengenal tokoh-tokoh Islam seperti Agus Salim, Achmad Hasan, dan lainnya.

Di Bandung, jalan Hidup Natsir berbelok. Perjumpaannya dengan A. Hassan dan keaktifannya di organisasi Islam membuat Natsir menolah beasiswa ke Belanda, padahal ijazah AMS nya pada tahun 1930 memuaskan yang membuat ia berhak menerima sekitar Rp 130 sebulan. Natsir lebih memilih mendirikan sekolah modern Islam pertama di Indonesia.


Sebagai seorang negarawan sejati, karya monumental dari Natsir adalah Mosi Integral. Pada pertengahan tahun 1949 Indonesia berada di ujung tanduk, tidak hanya menghadapi gempuran Belanda, Indonesia juga mengalami serang dari Diplomasi Belanda. Dalam upaya ingin tetap menguasai Indonesia, Belanda melalui bekas Gubernur Jendral Belanda nya Van Mook mencoba memecah Indonesia menjadi beberapa negara bagian dalam upayanya menjadikan Indonesia sebagai negara boneka Belanda. Natsir bergerak cepat, sebagai ketua fraksi dari partai Masyumi ia segera bertukar pikiran dengan para pemimpin fraksi lainnya dan segera melakukan loby dengan negara-negara bagian, hasilnya pada tahun 1950 Indonesia kembali menjadi Negara kesatuan dengan Natsir sebagai motor penggeraknya.

Ketika menjadi pejabat negara, Natsir tidak terlepas dari kesahajaannya. Tetap sederhana dan memberi hal yang contoh bukan sekedar perkataan tapi melalui perbuatan, ia hanya memiliki dua kemeja lusuk dan rumah sempit sebagi seorang pejabat negara.

Natsir merupakan seorang Perdana Mentri kesayangan Soekarno, meski begitu perbedaan pendapat yang membuat hubungan antara mereka retak tetap tidak dapat dihindari, Soekarno agar diterapkannya Nasakom(Nasionalis, Agamis, Komunis), tapi Natsir menolak karena menurutnya prinsip Komunis bertolak belakang dengan Islam. Puncaknya adalah ketika Natsir menyerahkan manda Perdana Menteri kepada soekarno, penyerahan itu membuat Natsir menjadi pemimpin yang dibenci bung karno.

Setelah tidak lagi menjadi Perdana Menteri, Natsir aktif di partai Masyumi dan parlemen. Ia aktif mengkritik pemimpin pada saat itu yang mulai otoriter dan mengabaikan demokrasi. Natsir tidak ingin bermulut manis di depang penguasa, ia mengkritik Soekarno yang terlalu dengan dengan Komunis dan menuntuk kesejahteraan daerah di luar Jawa.

Keterlibatan Natsir dalam PRRI(Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera berbuntut panjang, pemerintah tandingan yang awalnya dibentuk untuk memprotes kediktatoran Soekarno serta menuntut kembalinya konstitusi kepada UUDS(Undang-Undang Dasar Sementara). Pemerintah pusat di Jakarta lebih memilih jalan kekerasan menghadapi PRRI, alhasil perang saudara tidak dapat dihindari, PRRI kalah dan Natsir pun dipenjara, partai Masyumi juga dibekukan.

Ketika Orde lama tumbang dan memasuki Orde baru, Natsir dibebaskan. Pada tahun 1967, Ia mencoba kembali mendirikan Masyumi, namun pada saat itu Soeharto melarangnya karena takut akan terulang seperti pada saat Soekarno dan mengatakan jika Natsir pernah terlibat makar, Masyumi batal kembali di dirikan serta Natsir dilarang untuk berpolitik.

Setelah tidak lagi di panggung politik, M. Natsir aktif di panggung dakwan tanah air. Keinginannya membangun umat Islam melalui dakwah tidak pernah berhenti, pada 26 februari 1967 ia mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia(DDII). Lembaga ini digunakan Natsir sebagi upaya mengkader para dai yang dipersiapkan di masjid seputar Jakarta dan Indonesia.

M. Natsir meninggal pada 6 Februari 1993. Di masa hidupnya sebagai seorang ulama dan negarawan sejati, Islam dan Nasionalisme menjadi perpaduan. Menurutnya Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Islam, buah pikirnya membuat Islam lebih moderat. Menjadi seorang ulama bukan berarti tidak bisa berpolitik, Natsir membuktikannya walau sudah menjadi pejabat negara tapi tetap sederhana dan bersahaja, karena tujuannya mengabdi kepada agama dan negaranya.

Ditulis oleh: Rendi Budi Syahputra Siregar
Share:

Anarko ditengah Pandemi Covid 19

Medan-Gerakan Anarko cabang dari ideologi Anarkisme belakangan menjadi tren setelah beberapa aksi kerusuhan dan kontroversialnya, aksi ini kembali menjadi perhatian setelah mereka merancang aksi penjarahan berskala besar di tengah pandemi covid 19.

Di tengah mewabahnya pandemi virus corona, publik mendadak dikejutkan dengan sejumlah unggahan gambar tulisan bernada ajakan anarkis di media sosial. "Sudah Krisis Saatnya Membakar" demikian salah satunya.

Anarko tengah menyusun agar terjadi skenario penjarahan di seluruh pulau jawa di saat wabah virus corona berlangsung, sebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.

"Pada 18 April 2020 mereka berencana melakukan aksi besar-besaran di pulau Jawa, vandalisme, tujuannya menciptakan keresahan, dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan keonaran hingga penjarahan," ujar Nana dalam konferensi pers, Sabtu (11/4).

Jika ditelisik lebih dalam gerakan Anarko sendiri merupakan gerakan aktif yang berkonsentrasi pada kesejahteraan buruh, membangung solidaritas, dan anti-otoritarian. Lalu, melakukan gerakan aksi ditengah pandemi seperti ini dengan mengerahkan massa merupakan kekonyolan dan menodai gerakan itu sendiri.

Gerakan ini di dominasi pelajar, mahasiswa, dan pengangguran, cukup membuktikan jika ini menjadi trend di kalangan muda yang masih memiliki emosional meluap-luap.

Ideologi Anarkisme memiliki gagasan besar atau tujuan akhir dari gerakan ini, yaitu menciptakan masyarakat tanpa kelas politik, ekonomi, dan juga sosial. Cara mewujudkannya bermacam-macam, namun yang sering digunakan adalah jalur kekerasan(aksi langsung).

Namun ditengah pandemi covid 19 yang semakin luas penyebarannya, melakukan aksi langsung dengan penjarahan bukan sebuah jawaban. Kaum pekerja banyak dirumahkan, kesejahteraan terancam, dengan adanya kerusuhan dan penjarahan malah membuat masyarakat semakin sengsara.

Aksi solidaritas lebih baik langsung kepada kaum yang terdampak saat dirumahkan, daripada melakukan kerusuhan. Aksi revolusiner itu baik, tapi tidak disaat kondisi masyarakat sedang sakit.


Penulis: RBSS
Share:

Jumat, 03 Juli 2020

SEBERAPA PENTING MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN


       

    
   Kita tahu selama kita berhubungan dengan orang sekitar kita, mau itu keluarga, lingkungan atau di tempat kita berkejaan. Pasti adakala dimana pendapat kita berbeda dengan pendapat orang tersebut, mau orang itu anak-anak atau orang dewasa yang bertitle atau tidak disaat itu la keadaan suasana akan berbeda. dimana kita ketahui mengalahkan egoisme kita pasti tidak akan mudah tetapi bila perkataan atau pendapat itu baik dan bener dan mendasar, sementara pendapat kita tidak demikian, maka hendaklah mengakui dan menrima dengan kebesaran hati, sekalipun kebenaran itu relatif sifarnya, namun kearifan pribadi sangat diperlukan untuk mengakuinya, demi untuk mengalahkan egoisme dalam diri yang selalu menguasai kita. Memang selama kita masih hidup didunia ini, esgoisme itu tetap saja selalu ada, dan selalu kita temukan manusia yang egois. sesasui Seperti yang dikatakan orang bijak, " jangan lihat siapa yang mengatakan, tetapi perhatikanlah apa yang dikatakan ". 

   Menurut tokoh sastra W.J.S Poerwadarminta, toleransi adalah sikap atau sifat memperbolehkan suatu pendapat yang berbeda. Karena dalam toleransi sangat menjunjung tinggi untuk menghargai pendapat orang lain. Pada kesempatan kali ini saya akan mengemukakan pendapat atau pengalaman pribadi saya mengenai menghargai orang lain ( toleransi ) entah itu berupa pendapat, karya, sikap dan sebagainya. Kita sebagai manusia jika kita ingin dihargai oleh orang lain maka kita juga harus menghargai orang lain terebih dahulu Karena jika kita tidak menghargai orang lain maka orang tersebut enggan untuk menghargai kita. Rasa saling menghargai terhadap orang lain adalah nilai moral dasar manusia, penting bagi kita untuk saling menghargai untuk  membuktikan idenditas sebagai manusia makhluk yang baik yang memiliki akhlak dan pikiran beda dengan makhluk lainnya yang ada dibumi (hewan).

  Banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam dihargai seseorang salah satunya adalah pengalaman saling menghargai dalam segi agama. Pada saat itu saya mempunyai pengalaman tentang seorang teman yang sangat menghargai dalam segi agama, saya dan dia beda agama tetapi yang saya salutkan adalah dia telah mengingatkan sholat pada saat dalam perjalanan, meskipun berbeda agama dia kristen dan saya islam. Ada juga pengalaman yang tidak dihargai oleh orang lain, diantaranya adalah pada saat membantu mengerjakan tugas teman. Pada saat itu saya sudah berusaha membantu menyelesaikan atau membantu tugasnya akan tetapi pada saat sudah selesai dan sudah saya berikan kepada teman saya, ada beberapa kesalahan dan saya mendapatkan teguran dan marah kepada saya, entah apa yang bikin dia jadi marah, saya menggapnya mungkin dia sedang ada banyak masalah, dan mungkin juga karena sudah beberapa kali saya revisi kesalahanya tetepi masih banyak kesalahan pengetikan dan membuat dia marah, saya menganggapnya biasa aja, karena saya berpikiran mungkin karena dikejar deadline dan banyak masalah. Pengalaman menghargai orang lain? Mungkin banyak pengalaman tersebut yang saya dapatkan, yang paling penting adalah menghargai orang tua karena tanpa meraka kita tidak ada, ibu yang sudah mengandung selama 9 bulan dan bahkan lebih, yang selalu merawat kita dengan penuh kasih sayang dari balita hingga dewasa, yang selalu mensupport dan membiayai semua kebutuhkan kita maka dari itu kita harus berbakti dan menghargai jeri payah kedua orang tua yang sudah banting tulang untuk membiayai semua kebutuhan kita karena bagi orang tua, anak itu nomor satu bagi mereka.
  Mungkin masih banyak lagi pengalaman tenang dihargai dan tidak dihargai orang lain dan banyak yang bertanya-tanya, kenapa kita harus saling menghargai orang lain? karena kita tidak bisa hidup sendiri, manusia hidup bermasyarakat, kita hidup degan berinteraksi dengan orang lain. Kita juga bisa ngaji rasa, karena kita tau bagaimana rasanya tidak dihargain oleh orang lain, oleh sebab itu kita harus terlebih dahulu menghargai orang lain pasti orang lainpun bakal menghargai kita juga.
    Pentingnya Menghargai Orang Lain Demi terwujudnya dan memantapkan penghargaan terhadap orang lain, seseorang harus memahami juga alasan pentingnya menghargai orang lain. Makin seseorang memahami alasan harus menghargai orang lain, makin baik dan besar pula penghargaan terhadap orang lain. Berikut ini adalah alasan pentingnya menghargai orang lain. Hal pertama yang harus dipahami sebagai alasan menghargai orang lain adalah semua manusia yang lahir di bumi ini layak dan pantas untuk dihargai. Manusia sama-sama ciptaan Tuhan. Jika ciptaan Tuhan lainnya dihargai, apalagi manusia yang lebih berharga dari segala ciptaan lainya yang ada. Harga manusia tidak dapat diukur. Jika ada yang mengukurnya dengan uang, itu adalah tindakan yang salah dan tidak bermoral. 
    Alasan kedua harus menghargai orang lain karena semua sama kedudukannya dan sama posisinya di hadapan Tuhan dan hukum. Setiap orang tidak boleh menyombongkan diri dengan menganggap dirinya lebih berharga dan lebih penting dari orang lain. Setiap orang dikasihi dan diterima Tuhan, yang sungguh-sungguh datang mencari dan bertakwa kepada-Nya. Tuhan pencipta manusia tidak membeda-bedakan orang. Surga yang disediakan tidak hanya diperuntukkan untuk suku/etnis, kaum/golongan, bahasa, dan bangsa tertentu, bukan pula disediakan hanya untuk berkulit putih, tetapi juga untuk segala warna kulit termasuk kulit hitam. Demikian juga dengan berkat-Nya, kasih-Nya, atau cinta-Nya disediakan dan diberikan kepada semua orang (disediakan bagi setiap suku/etnis, kaum/golongan, bahasa, dan bangsa). Jika Allah yang mahabesar sungguh menghargai dan mencintai manusia apa adanya, apa hebatnya sesorang tidak bisa menghargai orang lain yang adalah sama-sama ciptaan Tuhan juga. Dalam sejarah kehidupan Islam, toleransi sudah ditunjukkan oleh kisah teladan nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam saat membagun negara Madinah. Setelah Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam tiba di madinah, Rasul melihat adanya pluralitas di kota Madinah. Jenis pluralitas yang ada buka karena etnis saja, tetapi juga perbedaan karena agama. Disamping penduduk yang beragama Islam, ada pula penduduk yang beragama Yahudi, Nasrani bahkan Musyrikin. Dengan adanya pluralitas tersebut, akhirnya Nabi SAW membangun toleransi dengan Piagam Madinah.
     Piagam Madinah adalah dokumen politik resmi pertama yang membicarakan prinsip kebebasan beragama. Diantara butir-butir Piagam Madinah adalah penegasan toleransi beragama untuk saling menghormati antar agama dan tidak menyakiti serta melindungi anggota-anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Selain itu, saling tolong menolong tanpa memperdulikan keyakinan dan agama juga terjadi di sejumlah hadist dan praktik Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam. Di samping itu, setiap orang seharusnya sadar bahwa manusia sama kedudukannya di dalam hukum, yang artinya sama hak dan kewajibanya. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD 1945) Republik Indonesia. Jadi setiap orang harus menyadari hal ini dengan sungguh-sungguh dan tulus, sehingga tidak ada lagi perbuatan yang tidak menghargai orang lain seperti membunuh, melecehkan, dan melakukan tindakan kekerasan yang melawan hukum. Sesungguhnya siapapun yang melakukan hal ini telah melanggar hukum Tuhan dan hukum dunia (negara) termasuk etika dan moral. jadi kita tarik kesimpulan sangat la penting menghargai pendapat orang ini pasti akan membantu kita dalam waktu panjang.






Share:

Petik Hikmah Tantangan Ramadhan kali ini


     

    Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah itu la yang sudah di cantumkan dalam al-Qur'an. gimana pun keadaannya tetap berkah. ya memang momen kali berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, bagi masyarakat Indonesia, khususunya daerah yang terjangkit pandemi Covid-19. Sejak mulai diumumkannya oleh pemerintah bahwa Indonesia juga terpapar oleh virus covid-19 sampai saat ini yang semakin meningkat. Belum ada tanda-tanda Covid-19 ini akan hilang dalam waktu dekat. Sehingga Ramadhan pada tahun ini akan dilalui dengan perjuangan melawan pandemi covid-19.

   Hal itu tak lepas dari pademi Virus Korona yang sedang melanda hampir seluruh belahan dunia. Termasuk masyarakat Medan Timur. Perbedaan yang lain juga akan dirasakan dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. sehingga, kementerian Agama menerbitkan surat edaran terkait panduan ibadah selama Bulan Ramadhan dan idul Fitri Syawal 1441 Hijriyah.

     Sesuai dengan surat edaran dari menteri agama nomor: SE. 6 Tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah  pandemi wabah covid-19. Dalam surat edaran dari menteri agama tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan 1441 H dilaksanakan secara individual atau berjamaah di rumah masing-masing guna mencegah penyembaran Covid-19. Hal ini tentunya sesuatu yang baru dan berbeda dikalangan masyarakat Medan khusunya. Karena biasanya pada bulan Ramadhan masyarakat melaksanakan ibadah di masjid. Baik Shalat Tarawih di malam hari maupun di setiap melaksanakan shalat lima waktu. Pelaksanaan surat edaran dari menteri agama ini juga dikuatkan oleh MUI pusat maupun di daerah masing-masing. Namun itu semua berlaku bagi daerah-daerah yang terkena virus Covid-19. Walaupun demikian, daerah-daerah yang terkena virus Covid-19 masih ada masyarakat yang tidak menerimanya dengan berbagai alasan. Sosialiasi dan pencerahan sangat diperlukan dari pemerintah dan tokoh agama di daerah setempat.
     "Surat  edaran ini dimaksudkan untu memberikan panduan ibadah yang sejalan dengan syariat islam. Sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi umat islam dari resiko Covid-19"
     Di dalam surat edaran tersebut dijelaskan beberapa panduan ibadah. Di antaranya, shalat tarawih yang dilaksanakan di rumah masing masing. kegiatan tarawih keliling, buka pauasa atau sahur on the road, serta peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tablig yang menghadirkan massa dalam numalah besar ditiadakan. selaian itu , tadarus Al- Quran dilaksanakan di rumah masing- masing. Namun, masyarakat warga tetap wajib menjalankan puasa sesuat syariat islam. serta, membayar zakat fitrah sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tepat hari jum'at tanggal 24 April 2020  masih tetap terdengar suara azan untuk jumatan dari pengeras suara masjid Jamik Medan Timur 

     Awal menjalani bulan puasa pintu Masjid Jamik ini selalau  dalam keadaan di terbuka lebar untuk masyarakat khusunya medan timur yang ingin beribadah dan  di papan pengumumannya tertulis masjid ini telah disemprot disinefektan. Diimbau pula agar warga tetap utamakan sholat tapi kian Pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin terus  menghantui khususnya Indonesia. Sejak kasus pertama diumumkan, lonjakan pasien positif terus terjadi dan kian meningkat.
Walaupun demikian, bukan masjid jamik tempat ini tidak mengikuti imbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melakukan ibadah salat di rumah selama wabah belum teratasi. Melainkan kareana Masjid Jamik ini berlokasi di Medan Timur di ketahui yang masih di zona hijau.
   
     Tetapi tidak demikian yang aturnya kekhawatiran yang menjadi di masyarkat khusus kecamatan medan timur. kini tetap sama, kebahagian seorang muslim dengan datangnya Ramadhan akan tetap terpancar dalam dirinya dengan datangnya bulan yang suci ini, masyarkat Medan Timur tetap berani beribadah. Bulan yang terbaik dari sebelas bulan yang lain dan kedatangannya sangat ditunggu-tunggu oleh seorang muslim. Disini lah bagi umat muslim Membersihkan diri baik dari jasmani, rohani maupun lingkungan merupakan diantara persiapan yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menyambut kedatangannya.

     Namun tak sampai disana, di sebagian daerah medan timur juga ada bentuk tradisi yang mereka lakukan untuk penyambutan datangnya bulan Ramadhan. Namun berbeda dengan Ramadhan tahun ini di tengah pandemi covid-19, tidak ada dan tidak dibolehkan semacam tradisi-tradisi pengajian, taushiyah, atau  yang mendatangkan keramian yang biasa dilakukan hampir tiap hari  dalam menyambut datangnya bulan ini.
    
     Biarpun dalam pelaksanaan Shalat Tarawih serta ibadah-ibadah yang lain di rumah merupakan bentuk upaya-upaya memutus mata rantai Covid-19. Namun dibalik memusatkan pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing, ada hikmah yang bisa didapatkan oleh keluarga. Diantaranya yaitu mengguatkan pondasi keimanan di dalam rumah tangga. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….”. Dengan begitu keluarga (orangtua) memiliki kewajiban untuk membimbing anggota keluarga (anak-anaknya) untuk selalu beribadah dan meningkatkan ketakwaannya. Dalam membimbing anggota keluarga dalam melaksanakan ibadah tentunya orangtua harus memiliki program-program selama ramadhan misalnya melaksanakan shalat berjamaah (shalat fardhu maupun Shalat Tarawih), shalat Tahajud, Shalat Dhuha, tadarus Al-Quran dan `lain sebagainya.
    
     Adanya program tersebut akan memudahkan dalam membimbing anggota keluarga dalam beribadah dan meningkatkan ketaqwaan anggota yang ada di dalamnya. Disamping itu pengontrolan ibadah anak akan lebih efektif, karena anak bersama-sama orang tuanya melaksanakan ibadah di rumah. Mereka (anak-anak) tidak akan keluyuran setelah berbuka puasa atau ketika orang-orang sedang melaksanakan ibadah Shalat Tarawih di masjid dan mushala. Dalam pelaksanaan ibadah di rumah atau didalam lingkungan keluarga dengan program-program ibadah yag telah dibuat tentunya diperlukan sikap konsisten dari anggota keluarga dalam melaksanakannya agar pelaksaan ibadah dibulan ramadhan tetap berjalan dengan khusuk.
    
     Hikmah selanjutnya yang akan didapatkan adalah menghangatkan hubungan dalam keluarga. Dengan beribadah di rumah dalam bulan Ramadhan akan menghangatkan/memperat hubungan antara anggota keluarga. Hubungan yang kurang hangat antara orangtua dengan anak, maupun antara saudara karena kesibukkan masing-masing akan menjadi hangat ketika semuanya bersama-sama di rumah dalam melakukan sesuatu. Contohnya saja di bulan Ramadhan biasanya orang-orang lebih disibukkan buka bersama (bukber) dengan teman, sahabat, teman-teman angkatan sekolah dan lainnya. Tapi berbuka bersama anggota keluarga terkadang tidak begitu penting bagi sebagian orang. Anak lebih suka berbuka dengan teman-temanya dari pada orangtuanya. Dengan melaksanakan berbuka bersama, maupun sahur bersama akan mempererat hubungan di dalam anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga bersama-sama mempersiapkan perbukaan maupun makan untuk sahur. Dengan begitu kehangatan dalam keluarga akan terpancar disetiap kegiatan yang dilakukan secara bersama.

Share:

Rabu, 01 Juli 2020

SUNGAI ULAR , SAKSI SEJARAH DI INDONESIA

("Perbaungan,Sumatera Utara-01/072020 : Sungai Ular terletak di perbatasan antara kabupaten Serdang Bedagai dan Deli Serdang menjadi saksi sejarah di Indonesia")
Share:

PENYAKIT “POST TRUTH” DI SEKITAR KITA

          Apakah terasa asing di telinga kalian ketika mendengar kata “Post truth” ?.  Post truth dalam kamus Oxford termasuk Word of the year pada tahun 2016. Kata ini banyak dipakai orang-orang hingga meningkat 2000 persen. kata favorit yang diinisiasi pada tahun 1995 dan viralnya pada tahun 2016  karena Donald Trump jadi presiden dan Brexit (Britain Exit). Dalam kamus oxford, post truth describing situations in which objective facts are less influential in shoping public opinions than appeals to emotion and personal belief (adj) atau menjelaskan suatu situasi/kondisi ketika fakta objektif kurang berpengaruh dalam opini publik lalu menarik keterikatan emosi dan kepercayaan pribadi. Jika masyarakat diberikan fakta tidak terlalu percaya, mereka lebih percaya hal yang menyangkut emosi atau kepercayaan.
            Post truth atau kebohongan. Saya contohkan ketika faktanya sebuah rumah memiliki warna hijau, lalu seseorang yang sangat fanatik dengan gurunya selalu mempercayai apa kata gurunya. Guru itu mengatakan rumah tersebut berwarna hitam. Spontan murid tersebut percaya dan menganggap rumah tersebut berwarna hitam. Sepasang suami istri yang baru saja berbelanja pakaian, ketika sang suami menanyakan bagaimana penampilannya ketika dia memakai baju berwarna merah muda. Faktanya banyak orang tertawa ketika melihat suami tersebut memakai baju merah mudanya. Tetapi karena istrinya menjaga perasaan suaminya, ia pun mengatakan baju yang dikenakan suaminya sangat bagus. Artinya dalam fenomena post truth ini fakta selalu terkubur oleh emosi dan kepercayaan seseorang.
             Fenomena paling nyata pada post truth ketika perang dunia ke 2. Dimana Hitler yang terkenal dengan propagandanya melapor kepada parlemen bahwa tentara Polandia menembaki tentara Jerman dan Hitler mengatakan harus balas dendam. Padahal faktanya Jerman dan Polandia saling tembak menembak dan bahkan yang banyak tewas malah tentara Jerman. Namun fakta dipotong lalu Hitler membangkitkan semangat nasionalisme hingga pecahlah perang.

            Saya mempunyai pandangan bahwasanya “teman tidak selalu benar , suatu saat pasti ada salahnya. Begitu juga dengan musuh yang tidak selalu salah, suatu saat pasti ada benarnya.” Artinya saya mencoba untuk melihat sebuah objektivitas kebenaran itu bukan karena sebuah keterikatan emosi dengan seseorang. Tetapi berdasarkan fakta yang saya lihat dan dengar.  
            Hoax termasuk bagian dari post truth. Di Indonesia khususnya penyakit ini menjalar ketika tahun kontestasi politik pemilu 2014 dan 2019. Para elit politik selalu memainkan perasaan masyarakat untuk menarik perhatian dan mendapatkan kekuasaan. Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum bisa memilah sebuah kebenaran. Apalagi di era digital sekarang. Menurut Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk periode April 2019 dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet. Jumlah ini sangat memungkinkan tersebarnya hoax dengan angka yang besar pula.
            Dalam “hoaks Distribution Through Digital Platforms in Indonesia 2018” laporan atas survei yang dilakukan pada 2.032 orang di Indonesia yang dilakukan DailySocial, Facebook menempati urutan teratas sebagai media sosial sumber informasi warga internet Indonesia pada 2018. Ada 77,76 persen responden yang mengaku memperoleh informasi dari Facebook. Unggul dibandingkan WhatsApp (72,93 persen) dan Instagram (60,24 persen). Baik WhatsApp maupun Instagram juga dimiliki oleh Facebook. Tempat paling populer bagi para responden memperoleh informasi via media sosial secara berurutan yaitu LINE (32,97 persen), Twitter (21,30 persen), dan Telegram (10,09 persen). Secara menyeluruh, 53,25 persen responden mengaku sering menerima hoaks melalui media sosial. Karena Facebook merupakan media sosial utama dalam memperoleh informasi, platform ini pun didaulat 81,25 persen responden sebagai medium utama sebagai sumber hoax.
            Lantas solusinya apa? Ketika kita menerima sebuah berita jangan langsung percaya tentang kebenarannya. Hati-hati juga dengan berita yang memuat judul provokatif. Dan juga menurut dewan pers. Terdapat 43.000 situ yang mengaku portal berita, tidak sampai 300 situs berita yang resmi. Artinya puluhan ribu situs berita yang masih berkeliaran terus memuat berita yang kebenarannya belum terjamin. Untuk itu kita harus dituntut pandai memilah berita, baik itu isinya, faktanya, gambarnya dan juga gabung di grup anti hoax. Pengguna internet juga dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

            Upaya yang mesti dilakukan adalah bagaimana menciptakan atmosfer positif di dunia digital. Kecerdasan digital harus dimiliki setiap generasi dengan terus berproses meningkatkan literasi digital baik secara mandiri, berkelompok maupun dengan berjejaring. Mengingat literasi digital menjadi suatu keniscayaan dalam melawan fenomena post truth. Kemampuan untuk mengenali, memahami, menerjemah, mencipta, dan berkomunikasi harus menjadi spirit anak bangsa dewasa ini. Inovasi-inovasi memproduksi informasi positif harus menjadi budaya ketimbang sekedar menjadi konsumen.


Penulis : Rahman Hidayat/Ilmu Komunikasi 1 Jurnalistik//FIS/UINSU
Share:

BEGINI KISAH TERUNA TERFAVORIT 2015 SERGAI INI SEMBUH DARI KANKER OTAK

            Sehat dan tampan, mungkin hanya dua kata itu yang tepat untuk mendeskripsikan foto diatas. Siapa sangka?  pria berumur 26 tahun  asal Perbaungan, Serdang Bedagai ini adalah seseorang yang berhasil sembuh dari vonis kanker otak. Faisal Amri Nasution namanya. Ia harus berjuang melewati rintangan sebagai pengidap kanker hampir 4 tahun. Dimulai gejala awal pada 2015 hingga tahap kesembuhan pada 2018. Ayah Faisal bekerja sebagai supir becak dan ibunya buka warung makan kecil-kecilan.
            Faisal awalnya bekerja sebagai seorang pramuniaga di salah satu minimarket di kota Medan pada 2015 akhir. Saat itu lah ia mulai merasakan gejala awal denyut dikepalanya. Ia pun harus sering diantar pulang oleh rekan kerjanya lantaran sering kambuh. Tak tahan dengan kondisi begitu. Orang tua Faisal pun lekas membawa dia periksa ke rumah sakit di dekat tempat tinggalnya. Namun dokter mendiagnosanya hanya sakit biasa.
            Setelah merasa sehat, ia pun melanjutkan aktivitasnya bekerja. Tetapi denyutan itupun datang lagi sehingga mengharuskan ia untuk pulang dan dirawat di rumah sakit lagi. Dokterpun merasa ini bukan sakit biasa. Akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Setelah melewati tahap pemeriksaan, ternyata dokter memvonisnya mengidap kanker di otaknya yang berukuran setetes air. Dokter menyarankan untuk tindakan operasi.Pasalnya jika tumor itu tidak dibuang akan berkembang hingga membahayakan Faisal.  Namun saat itu Faisal dan orang tua nya belum siap untuk melanjutkannya. Akhirnya Faisal pun memutuskan untuk tidak operasi dan kembali ke rumah. Sehingga dokter pun menyarankan agar mencari pengobatan alternatif lain.
            Seperti kejadian sebelumnya. Sakit itu kembali kambuh. Faisal merasakan denyut yang luar biasa dan membuat organ tangan dan kaki kirinya melemah. Tak tega dengan kondisi seperti itu akhirnya orang tua nya pun harus membawa nya kembali kerumah sakit dan memutuskan untuk melakukan operasi pada Februari 2017 kepada anaknya. Operasi pertama pun lancar. Tangan dan kaki kirinya pulih kembali. Namun harus menunggu satu bulan untuk memasang tempurung kepala Faisal. Belum ada sebulan, kepala Faisal menunjukkan benjolan sebesar telur ayam. Setelah konsultasi ke dokter dan dilakukan periksaan ternyata kanker itu tumbuh kembali. Dan akhirnya pun Faisal mendapat tindakan operasi yang kedua.
            Operasi Faisal yang kedua ini, membuat tubuhnya tidak bisa apa-apa. Sehingga ia harus dirawat seperti anak bayi yang baru lahir. Tak lama kemudian benjolan itu tumbuh kembali. Namun berbeda dari sebelumnya. Benjolan kali ini semakin besar dan kemerahan dan bahkan pecah hingga mengeluarkan air yang jernih. Bukan mengeluarkan darah. Kondisi ini mengharukan Faisal untuk mendapatkan tindakan operasi yang ketiga. Sukses operasi ketiga ini. Tuhan berkata lain, berkat doa dan perjuangan keras orang tua nya yang hanya ingin melihat anaknya sembuh. Akhirnya faisal pun sembuh dari kankernya. Namun tidak sampai disitu, Faisal diwajibkan untuk fisioterapi untuk memulihkan anggota tubuhnya. Hampir satu tahun ia melakukan fisioterapi dan akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2018, Ia benar-benar sembuh.
            Sebelumnya Faisal aktif di dunia permodelan. Bahkan saat ia pertama kali divonis dokter mengidap kanker. ia menyempatkan diri mengikuti ajang pemilihan Teruna dan Belia (putra-putri) daerah Serdang Bedagai dan mendapatkan gelar Teruna terfavorit 2015. Faisal pun menyampaikan bahwa tidak ada perjuangan yang tidak membuahkan hasil. Dia berpesan bahwa jangan sia-siakan hidup didunia ini selagi kita diberikan kesehatan. Faisal pun sekarang sudah hidup normal kembali dan menjalankan aktivitas membantu perkejaan orang tuanya.  Ia juga mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semua orang yang telah membantunya.
           

Penulis : Rahman Hidayat/Ilmu Komunikasi 1 Jurnalistik//FIS/UINSU
Share:

¬UINSU RESMIKAN USAHA KREATIF BARU

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mendirikan salah satu usaha kreatif di bidang tata rambut pria, yakni Barbershop Juara yang berada di bawah naungan Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) .

“Barbershop ini diresmikan pada Senin (24/1), di Lingkungan Rusunawa Kampus II UINSU , Jalan Williem Iskandar Pasar V, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang” Kata Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UINSU , Dr. Sangkot Azhar Rambe, M.Hum , di Medan, Senin (3/2)
Dia menjelaskan pusat pengembangan bisnis ini dibangun untuk mendapatkan pemasukan karena sudah menjadi badan layanan umum di UINSU.

“Karena sudah menjadi badan layanan umum, kami mendirikan usaha kreatif ini sebagai pemasukan” ujarnya.

Ia juga mengatakan, usaha ini mengedukasi setiap orang termasuk mahasiswa untuk berwiraswasta dan menjadi peluang untuk menampung tenaga kerja terutama mahasiswa UINSU.

“Barbershop ini untuk mengedukasi setiap mahasiswa berwiraswasta, pekerjanya diambil dari mahasiswa yang aktif dan mempunyai basic di bidang cukur rambut” katanya.
Selanjutnya dia menjelaskan sebelum ada barbershop tersebut, ada juga usaha kreatif lain di bawah naungan Pusbangnis salah satunya Hotel Wisma Syariah yang baru soft launching , dan Doorsmeer Juara yang sudah berjalan.


“Ditahun 2020 ini Pusbangnis berencana mewujudkan dan melanjutkan program pembangunan tahun sebelumnya seperti laundry, salon wanita.” Ujarnya.


Penulis : Rahman Hidayat/Ilmu Komunikasi 1 Jurnalistik//FIS/UINSU
Share:

Technology

Pages