Membaca dapat melahirkan gagasan, dengan gagasan seseorang dapat membuat bangsa ini lebih baik, sejak dulu bangsa ini memiliki para tokoh yang gemar membaca sehingga menjadi budaya dari leluhur untuk anak bangsa.
Jika saja Tan Malaka tidak gemar membaca maka ia tidak akan pernah menulis buku Naar de 'Republic Indonesia', buku yang berisi konsep sebuah negara republik, sehingga menjadi pegangan para tokoh bangsa dalam membangun negara. Selain Tan malaka, ada Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia dengan semangat membacanya dapat memberinya inspirasi dalam tulisan-tulisanya yang tajam dan antikolonial.
Proklamator Indonesia, Soekarno dan Hatta juga memiliki animo membaca yang besar, bagi Soekarno dengan membaca membuatnya seperti bertemu dengan orang-orang besar mendengarkan pemikiran-pemikiran mereka, sedangkan Hatta juga dikenal lahap dalam membaca bahkan diantara para pelajar Indonesia saat itu Hatta yang paling banyak koleksi bukunya.
Dengan budaya gemar membaca menghasilkan anak muda yang visioner, wawasan luas, memiliki gagasan, serta kritis dalam berpikir. Maka tidak heran jika ingin melihat bagaimana suatu bangsa maju, maka lihat minat anak mudanya dalam membaca.
Akan tetapi budaya gila baca bangsa ini makin hari kian luntur, menurut UNESCO persentase membaca anak muda Indonesia di angka 0,01 persen, itu berarti dari 10.000 anak Indonesia hanya 1 yang minat membaca.
Tidak hanya itu, menurut sumber yang sama Indonesia berada di posisi ke-63 dari 70 negara dalam hal minat membaca, tentu ini menunjukkan budaya gila baca Indonesia semakin luntur.
Untuk meningkatkan minat baca harus ada dukungan dari pihak pemerintah. Perbanyak taman baca dengan buku-buku menarik, sosialisasi kepada orang tua agar sejak dini menanamkan sifat gemar membaca bagi anak, serta memfasilitasi agar perpustakaan sekolah menjadi lebih baik agar mengundang minat baca anak muda.
Indonesia harus melestarikan budaya gila baca, dengan membaca menghasilkan anak muda berkualitas yang tentu akan mengangkat martabat Indonesia. Jika anak muda Indonesia sudah kembali melestarikan budaya gila baca seperti dahulu, maka menuju Indonesia maju dan sejahtera tinggal menunggu waktu saja.







0 Comments:
Posting Komentar