Medan-Gerakan Anarko cabang dari ideologi Anarkisme belakangan menjadi tren setelah beberapa aksi kerusuhan dan kontroversialnya, aksi ini kembali menjadi perhatian setelah mereka merancang aksi penjarahan berskala besar di tengah pandemi covid 19.
Di tengah mewabahnya pandemi virus corona, publik mendadak dikejutkan dengan sejumlah unggahan gambar tulisan bernada ajakan anarkis di media sosial. "Sudah Krisis Saatnya Membakar" demikian salah satunya.
Anarko tengah menyusun agar terjadi skenario penjarahan di seluruh pulau jawa di saat wabah virus corona berlangsung, sebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana.
"Pada 18 April 2020 mereka berencana melakukan aksi besar-besaran di pulau Jawa, vandalisme, tujuannya menciptakan keresahan, dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan keonaran hingga penjarahan," ujar Nana dalam konferensi pers, Sabtu (11/4).
Jika ditelisik lebih dalam gerakan Anarko sendiri merupakan gerakan aktif yang berkonsentrasi pada kesejahteraan buruh, membangung solidaritas, dan anti-otoritarian. Lalu, melakukan gerakan aksi ditengah pandemi seperti ini dengan mengerahkan massa merupakan kekonyolan dan menodai gerakan itu sendiri.
Gerakan ini di dominasi pelajar, mahasiswa, dan pengangguran, cukup membuktikan jika ini menjadi trend di kalangan muda yang masih memiliki emosional meluap-luap.
Ideologi Anarkisme memiliki gagasan besar atau tujuan akhir dari gerakan ini, yaitu menciptakan masyarakat tanpa kelas politik, ekonomi, dan juga sosial. Cara mewujudkannya bermacam-macam, namun yang sering digunakan adalah jalur kekerasan(aksi langsung).
Namun ditengah pandemi covid 19 yang semakin luas penyebarannya, melakukan aksi langsung dengan penjarahan bukan sebuah jawaban. Kaum pekerja banyak dirumahkan, kesejahteraan terancam, dengan adanya kerusuhan dan penjarahan malah membuat masyarakat semakin sengsara.
Aksi solidaritas lebih baik langsung kepada kaum yang terdampak saat dirumahkan, daripada melakukan kerusuhan. Aksi revolusiner itu baik, tapi tidak disaat kondisi masyarakat sedang sakit.
Penulis: RBSS







0 Comments:
Posting Komentar