Recent News

Jumat, 03 Juli 2020

Petik Hikmah Tantangan Ramadhan kali ini


     

    Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah itu la yang sudah di cantumkan dalam al-Qur'an. gimana pun keadaannya tetap berkah. ya memang momen kali berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, bagi masyarakat Indonesia, khususunya daerah yang terjangkit pandemi Covid-19. Sejak mulai diumumkannya oleh pemerintah bahwa Indonesia juga terpapar oleh virus covid-19 sampai saat ini yang semakin meningkat. Belum ada tanda-tanda Covid-19 ini akan hilang dalam waktu dekat. Sehingga Ramadhan pada tahun ini akan dilalui dengan perjuangan melawan pandemi covid-19.

   Hal itu tak lepas dari pademi Virus Korona yang sedang melanda hampir seluruh belahan dunia. Termasuk masyarakat Medan Timur. Perbedaan yang lain juga akan dirasakan dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. sehingga, kementerian Agama menerbitkan surat edaran terkait panduan ibadah selama Bulan Ramadhan dan idul Fitri Syawal 1441 Hijriyah.

     Sesuai dengan surat edaran dari menteri agama nomor: SE. 6 Tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah  pandemi wabah covid-19. Dalam surat edaran dari menteri agama tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan 1441 H dilaksanakan secara individual atau berjamaah di rumah masing-masing guna mencegah penyembaran Covid-19. Hal ini tentunya sesuatu yang baru dan berbeda dikalangan masyarakat Medan khusunya. Karena biasanya pada bulan Ramadhan masyarakat melaksanakan ibadah di masjid. Baik Shalat Tarawih di malam hari maupun di setiap melaksanakan shalat lima waktu. Pelaksanaan surat edaran dari menteri agama ini juga dikuatkan oleh MUI pusat maupun di daerah masing-masing. Namun itu semua berlaku bagi daerah-daerah yang terkena virus Covid-19. Walaupun demikian, daerah-daerah yang terkena virus Covid-19 masih ada masyarakat yang tidak menerimanya dengan berbagai alasan. Sosialiasi dan pencerahan sangat diperlukan dari pemerintah dan tokoh agama di daerah setempat.
     "Surat  edaran ini dimaksudkan untu memberikan panduan ibadah yang sejalan dengan syariat islam. Sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi umat islam dari resiko Covid-19"
     Di dalam surat edaran tersebut dijelaskan beberapa panduan ibadah. Di antaranya, shalat tarawih yang dilaksanakan di rumah masing masing. kegiatan tarawih keliling, buka pauasa atau sahur on the road, serta peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tablig yang menghadirkan massa dalam numalah besar ditiadakan. selaian itu , tadarus Al- Quran dilaksanakan di rumah masing- masing. Namun, masyarakat warga tetap wajib menjalankan puasa sesuat syariat islam. serta, membayar zakat fitrah sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tepat hari jum'at tanggal 24 April 2020  masih tetap terdengar suara azan untuk jumatan dari pengeras suara masjid Jamik Medan Timur 

     Awal menjalani bulan puasa pintu Masjid Jamik ini selalau  dalam keadaan di terbuka lebar untuk masyarakat khusunya medan timur yang ingin beribadah dan  di papan pengumumannya tertulis masjid ini telah disemprot disinefektan. Diimbau pula agar warga tetap utamakan sholat tapi kian Pandemi virus corona (Covid-19) yang semakin terus  menghantui khususnya Indonesia. Sejak kasus pertama diumumkan, lonjakan pasien positif terus terjadi dan kian meningkat.
Walaupun demikian, bukan masjid jamik tempat ini tidak mengikuti imbauan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar melakukan ibadah salat di rumah selama wabah belum teratasi. Melainkan kareana Masjid Jamik ini berlokasi di Medan Timur di ketahui yang masih di zona hijau.
   
     Tetapi tidak demikian yang aturnya kekhawatiran yang menjadi di masyarkat khusus kecamatan medan timur. kini tetap sama, kebahagian seorang muslim dengan datangnya Ramadhan akan tetap terpancar dalam dirinya dengan datangnya bulan yang suci ini, masyarkat Medan Timur tetap berani beribadah. Bulan yang terbaik dari sebelas bulan yang lain dan kedatangannya sangat ditunggu-tunggu oleh seorang muslim. Disini lah bagi umat muslim Membersihkan diri baik dari jasmani, rohani maupun lingkungan merupakan diantara persiapan yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menyambut kedatangannya.

     Namun tak sampai disana, di sebagian daerah medan timur juga ada bentuk tradisi yang mereka lakukan untuk penyambutan datangnya bulan Ramadhan. Namun berbeda dengan Ramadhan tahun ini di tengah pandemi covid-19, tidak ada dan tidak dibolehkan semacam tradisi-tradisi pengajian, taushiyah, atau  yang mendatangkan keramian yang biasa dilakukan hampir tiap hari  dalam menyambut datangnya bulan ini.
    
     Biarpun dalam pelaksanaan Shalat Tarawih serta ibadah-ibadah yang lain di rumah merupakan bentuk upaya-upaya memutus mata rantai Covid-19. Namun dibalik memusatkan pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing, ada hikmah yang bisa didapatkan oleh keluarga. Diantaranya yaitu mengguatkan pondasi keimanan di dalam rumah tangga. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….”. Dengan begitu keluarga (orangtua) memiliki kewajiban untuk membimbing anggota keluarga (anak-anaknya) untuk selalu beribadah dan meningkatkan ketakwaannya. Dalam membimbing anggota keluarga dalam melaksanakan ibadah tentunya orangtua harus memiliki program-program selama ramadhan misalnya melaksanakan shalat berjamaah (shalat fardhu maupun Shalat Tarawih), shalat Tahajud, Shalat Dhuha, tadarus Al-Quran dan `lain sebagainya.
    
     Adanya program tersebut akan memudahkan dalam membimbing anggota keluarga dalam beribadah dan meningkatkan ketaqwaan anggota yang ada di dalamnya. Disamping itu pengontrolan ibadah anak akan lebih efektif, karena anak bersama-sama orang tuanya melaksanakan ibadah di rumah. Mereka (anak-anak) tidak akan keluyuran setelah berbuka puasa atau ketika orang-orang sedang melaksanakan ibadah Shalat Tarawih di masjid dan mushala. Dalam pelaksanaan ibadah di rumah atau didalam lingkungan keluarga dengan program-program ibadah yag telah dibuat tentunya diperlukan sikap konsisten dari anggota keluarga dalam melaksanakannya agar pelaksaan ibadah dibulan ramadhan tetap berjalan dengan khusuk.
    
     Hikmah selanjutnya yang akan didapatkan adalah menghangatkan hubungan dalam keluarga. Dengan beribadah di rumah dalam bulan Ramadhan akan menghangatkan/memperat hubungan antara anggota keluarga. Hubungan yang kurang hangat antara orangtua dengan anak, maupun antara saudara karena kesibukkan masing-masing akan menjadi hangat ketika semuanya bersama-sama di rumah dalam melakukan sesuatu. Contohnya saja di bulan Ramadhan biasanya orang-orang lebih disibukkan buka bersama (bukber) dengan teman, sahabat, teman-teman angkatan sekolah dan lainnya. Tapi berbuka bersama anggota keluarga terkadang tidak begitu penting bagi sebagian orang. Anak lebih suka berbuka dengan teman-temanya dari pada orangtuanya. Dengan melaksanakan berbuka bersama, maupun sahur bersama akan mempererat hubungan di dalam anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga bersama-sama mempersiapkan perbukaan maupun makan untuk sahur. Dengan begitu kehangatan dalam keluarga akan terpancar disetiap kegiatan yang dilakukan secara bersama.

Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Technology

Pages