Kita tahu selama kita berhubungan dengan
orang sekitar kita, mau itu keluarga, lingkungan atau di tempat kita berkejaan.
Pasti adakala dimana pendapat kita berbeda dengan pendapat orang tersebut, mau orang
itu anak-anak atau orang dewasa yang bertitle atau tidak disaat itu la keadaan
suasana akan berbeda. dimana kita ketahui mengalahkan egoisme kita pasti tidak
akan mudah tetapi bila perkataan atau pendapat itu baik dan bener dan mendasar,
sementara pendapat kita tidak demikian, maka hendaklah mengakui dan menrima
dengan kebesaran hati, sekalipun kebenaran itu relatif sifarnya, namun kearifan
pribadi sangat diperlukan untuk mengakuinya, demi untuk mengalahkan egoisme
dalam diri yang selalu menguasai kita. Memang selama kita masih hidup didunia
ini, esgoisme itu tetap saja selalu ada, dan selalu kita temukan manusia yang
egois. sesasui Seperti yang dikatakan orang bijak, " jangan lihat siapa
yang mengatakan, tetapi perhatikanlah apa yang dikatakan ".
Menurut tokoh sastra W.J.S Poerwadarminta,
toleransi adalah sikap atau sifat memperbolehkan suatu pendapat yang berbeda.
Karena dalam toleransi sangat menjunjung tinggi untuk menghargai pendapat orang
lain. Pada kesempatan kali ini saya akan mengemukakan pendapat atau pengalaman
pribadi saya mengenai menghargai orang lain ( toleransi ) entah itu berupa
pendapat, karya, sikap dan sebagainya. Kita sebagai manusia jika kita ingin
dihargai oleh orang lain maka kita juga harus menghargai orang lain terebih
dahulu Karena jika kita tidak menghargai orang lain maka orang tersebut enggan
untuk menghargai kita. Rasa saling menghargai terhadap orang lain adalah nilai
moral dasar manusia, penting bagi kita untuk saling menghargai untuk
membuktikan idenditas sebagai manusia makhluk yang baik yang memiliki akhlak
dan pikiran beda dengan makhluk lainnya yang ada dibumi (hewan).
Banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam dihargai seseorang salah satunya
adalah pengalaman saling menghargai dalam segi agama. Pada saat itu saya
mempunyai pengalaman tentang seorang teman yang sangat menghargai dalam segi
agama, saya dan dia beda agama tetapi yang saya salutkan adalah dia telah
mengingatkan sholat pada saat dalam perjalanan, meskipun berbeda agama dia
kristen dan saya islam. Ada juga pengalaman yang tidak dihargai oleh orang
lain, diantaranya adalah pada saat membantu mengerjakan tugas teman. Pada saat
itu saya sudah berusaha membantu menyelesaikan atau membantu tugasnya akan
tetapi pada saat sudah selesai dan sudah saya berikan kepada teman saya, ada
beberapa kesalahan dan saya mendapatkan teguran dan marah kepada saya, entah
apa yang bikin dia jadi marah, saya menggapnya mungkin dia sedang ada banyak
masalah, dan mungkin juga karena sudah beberapa kali saya revisi kesalahanya
tetepi masih banyak kesalahan pengetikan dan membuat dia marah, saya
menganggapnya biasa aja, karena saya berpikiran mungkin karena dikejar deadline
dan banyak masalah. Pengalaman menghargai orang lain? Mungkin banyak pengalaman
tersebut yang saya dapatkan, yang paling penting adalah menghargai orang tua
karena tanpa meraka kita tidak ada, ibu yang sudah mengandung selama 9 bulan
dan bahkan lebih, yang selalu merawat kita dengan penuh kasih sayang dari
balita hingga dewasa, yang selalu mensupport dan membiayai semua kebutuhkan
kita maka dari itu kita harus berbakti dan menghargai jeri payah kedua orang
tua yang sudah banting tulang untuk membiayai semua kebutuhan kita karena bagi
orang tua, anak itu nomor satu bagi mereka.
Mungkin masih banyak lagi pengalaman tenang dihargai dan tidak dihargai orang
lain dan banyak yang bertanya-tanya, kenapa kita harus saling menghargai orang
lain? karena kita tidak bisa hidup sendiri, manusia hidup bermasyarakat, kita
hidup degan berinteraksi dengan orang lain. Kita juga bisa ngaji rasa, karena
kita tau bagaimana rasanya tidak dihargain oleh orang lain, oleh sebab itu kita
harus terlebih dahulu menghargai orang lain pasti orang lainpun bakal
menghargai kita juga.
Pentingnya
Menghargai Orang Lain Demi terwujudnya dan memantapkan penghargaan terhadap
orang lain, seseorang harus memahami juga alasan pentingnya menghargai orang
lain. Makin seseorang memahami alasan harus menghargai orang lain, makin baik
dan besar pula penghargaan terhadap orang lain. Berikut ini adalah alasan
pentingnya menghargai orang lain. Hal pertama yang harus dipahami sebagai
alasan menghargai orang lain adalah semua manusia yang lahir di bumi ini layak
dan pantas untuk dihargai. Manusia sama-sama ciptaan Tuhan. Jika ciptaan Tuhan
lainnya dihargai, apalagi manusia yang lebih berharga dari segala ciptaan
lainya yang ada. Harga manusia tidak dapat diukur. Jika ada yang mengukurnya
dengan uang, itu adalah tindakan yang salah dan tidak bermoral.
Alasan kedua
harus menghargai orang lain karena semua sama kedudukannya dan sama posisinya
di hadapan Tuhan dan hukum. Setiap orang tidak boleh menyombongkan diri dengan
menganggap dirinya lebih berharga dan lebih penting dari orang lain. Setiap
orang dikasihi dan diterima Tuhan, yang sungguh-sungguh datang mencari dan
bertakwa kepada-Nya. Tuhan pencipta manusia tidak membeda-bedakan orang. Surga
yang disediakan tidak hanya diperuntukkan untuk suku/etnis, kaum/golongan,
bahasa, dan bangsa tertentu, bukan pula disediakan hanya untuk berkulit putih,
tetapi juga untuk segala warna kulit termasuk kulit hitam. Demikian juga dengan
berkat-Nya, kasih-Nya, atau cinta-Nya disediakan dan diberikan kepada semua
orang (disediakan bagi setiap suku/etnis, kaum/golongan, bahasa, dan bangsa).
Jika Allah yang mahabesar sungguh menghargai dan mencintai manusia apa adanya,
apa hebatnya sesorang tidak bisa menghargai orang lain yang adalah sama-sama
ciptaan Tuhan juga. Dalam sejarah kehidupan Islam, toleransi sudah ditunjukkan
oleh kisah teladan nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam saat membagun negara
Madinah. Setelah Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam tiba di madinah, Rasul
melihat adanya pluralitas di kota Madinah. Jenis pluralitas yang ada buka
karena etnis saja, tetapi juga perbedaan karena agama. Disamping penduduk yang beragama
Islam, ada pula penduduk yang beragama Yahudi, Nasrani bahkan Musyrikin. Dengan
adanya pluralitas tersebut, akhirnya Nabi SAW membangun toleransi dengan Piagam
Madinah.
Piagam Madinah adalah dokumen politik resmi
pertama yang membicarakan prinsip kebebasan beragama. Diantara butir-butir
Piagam Madinah adalah penegasan toleransi beragama untuk saling menghormati
antar agama dan tidak menyakiti serta melindungi anggota-anggota yang terikat
dalam Piagam Madinah. Selain itu, saling tolong menolong tanpa memperdulikan
keyakinan dan agama juga terjadi di sejumlah hadist dan praktik Nabi Muhammad
salallahu alaihi wasalam. Di samping itu, setiap orang seharusnya sadar bahwa
manusia sama kedudukannya di dalam hukum, yang artinya sama hak dan
kewajibanya. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD 1945) Republik
Indonesia. Jadi setiap orang harus menyadari hal ini dengan sungguh-sungguh dan
tulus, sehingga tidak ada lagi perbuatan yang tidak menghargai orang lain
seperti membunuh, melecehkan, dan melakukan tindakan kekerasan yang melawan
hukum. Sesungguhnya siapapun yang melakukan hal ini telah melanggar hukum Tuhan
dan hukum dunia (negara) termasuk etika dan moral. jadi kita tarik kesimpulan
sangat la penting menghargai pendapat orang ini pasti akan membantu kita dalam
waktu panjang.







0 Comments:
Posting Komentar