Recent News

Jumat, 03 Juli 2020

SEBERAPA PENTING MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN


       

    
   Kita tahu selama kita berhubungan dengan orang sekitar kita, mau itu keluarga, lingkungan atau di tempat kita berkejaan. Pasti adakala dimana pendapat kita berbeda dengan pendapat orang tersebut, mau orang itu anak-anak atau orang dewasa yang bertitle atau tidak disaat itu la keadaan suasana akan berbeda. dimana kita ketahui mengalahkan egoisme kita pasti tidak akan mudah tetapi bila perkataan atau pendapat itu baik dan bener dan mendasar, sementara pendapat kita tidak demikian, maka hendaklah mengakui dan menrima dengan kebesaran hati, sekalipun kebenaran itu relatif sifarnya, namun kearifan pribadi sangat diperlukan untuk mengakuinya, demi untuk mengalahkan egoisme dalam diri yang selalu menguasai kita. Memang selama kita masih hidup didunia ini, esgoisme itu tetap saja selalu ada, dan selalu kita temukan manusia yang egois. sesasui Seperti yang dikatakan orang bijak, " jangan lihat siapa yang mengatakan, tetapi perhatikanlah apa yang dikatakan ". 

   Menurut tokoh sastra W.J.S Poerwadarminta, toleransi adalah sikap atau sifat memperbolehkan suatu pendapat yang berbeda. Karena dalam toleransi sangat menjunjung tinggi untuk menghargai pendapat orang lain. Pada kesempatan kali ini saya akan mengemukakan pendapat atau pengalaman pribadi saya mengenai menghargai orang lain ( toleransi ) entah itu berupa pendapat, karya, sikap dan sebagainya. Kita sebagai manusia jika kita ingin dihargai oleh orang lain maka kita juga harus menghargai orang lain terebih dahulu Karena jika kita tidak menghargai orang lain maka orang tersebut enggan untuk menghargai kita. Rasa saling menghargai terhadap orang lain adalah nilai moral dasar manusia, penting bagi kita untuk saling menghargai untuk  membuktikan idenditas sebagai manusia makhluk yang baik yang memiliki akhlak dan pikiran beda dengan makhluk lainnya yang ada dibumi (hewan).

  Banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam dihargai seseorang salah satunya adalah pengalaman saling menghargai dalam segi agama. Pada saat itu saya mempunyai pengalaman tentang seorang teman yang sangat menghargai dalam segi agama, saya dan dia beda agama tetapi yang saya salutkan adalah dia telah mengingatkan sholat pada saat dalam perjalanan, meskipun berbeda agama dia kristen dan saya islam. Ada juga pengalaman yang tidak dihargai oleh orang lain, diantaranya adalah pada saat membantu mengerjakan tugas teman. Pada saat itu saya sudah berusaha membantu menyelesaikan atau membantu tugasnya akan tetapi pada saat sudah selesai dan sudah saya berikan kepada teman saya, ada beberapa kesalahan dan saya mendapatkan teguran dan marah kepada saya, entah apa yang bikin dia jadi marah, saya menggapnya mungkin dia sedang ada banyak masalah, dan mungkin juga karena sudah beberapa kali saya revisi kesalahanya tetepi masih banyak kesalahan pengetikan dan membuat dia marah, saya menganggapnya biasa aja, karena saya berpikiran mungkin karena dikejar deadline dan banyak masalah. Pengalaman menghargai orang lain? Mungkin banyak pengalaman tersebut yang saya dapatkan, yang paling penting adalah menghargai orang tua karena tanpa meraka kita tidak ada, ibu yang sudah mengandung selama 9 bulan dan bahkan lebih, yang selalu merawat kita dengan penuh kasih sayang dari balita hingga dewasa, yang selalu mensupport dan membiayai semua kebutuhkan kita maka dari itu kita harus berbakti dan menghargai jeri payah kedua orang tua yang sudah banting tulang untuk membiayai semua kebutuhan kita karena bagi orang tua, anak itu nomor satu bagi mereka.
  Mungkin masih banyak lagi pengalaman tenang dihargai dan tidak dihargai orang lain dan banyak yang bertanya-tanya, kenapa kita harus saling menghargai orang lain? karena kita tidak bisa hidup sendiri, manusia hidup bermasyarakat, kita hidup degan berinteraksi dengan orang lain. Kita juga bisa ngaji rasa, karena kita tau bagaimana rasanya tidak dihargain oleh orang lain, oleh sebab itu kita harus terlebih dahulu menghargai orang lain pasti orang lainpun bakal menghargai kita juga.
    Pentingnya Menghargai Orang Lain Demi terwujudnya dan memantapkan penghargaan terhadap orang lain, seseorang harus memahami juga alasan pentingnya menghargai orang lain. Makin seseorang memahami alasan harus menghargai orang lain, makin baik dan besar pula penghargaan terhadap orang lain. Berikut ini adalah alasan pentingnya menghargai orang lain. Hal pertama yang harus dipahami sebagai alasan menghargai orang lain adalah semua manusia yang lahir di bumi ini layak dan pantas untuk dihargai. Manusia sama-sama ciptaan Tuhan. Jika ciptaan Tuhan lainnya dihargai, apalagi manusia yang lebih berharga dari segala ciptaan lainya yang ada. Harga manusia tidak dapat diukur. Jika ada yang mengukurnya dengan uang, itu adalah tindakan yang salah dan tidak bermoral. 
    Alasan kedua harus menghargai orang lain karena semua sama kedudukannya dan sama posisinya di hadapan Tuhan dan hukum. Setiap orang tidak boleh menyombongkan diri dengan menganggap dirinya lebih berharga dan lebih penting dari orang lain. Setiap orang dikasihi dan diterima Tuhan, yang sungguh-sungguh datang mencari dan bertakwa kepada-Nya. Tuhan pencipta manusia tidak membeda-bedakan orang. Surga yang disediakan tidak hanya diperuntukkan untuk suku/etnis, kaum/golongan, bahasa, dan bangsa tertentu, bukan pula disediakan hanya untuk berkulit putih, tetapi juga untuk segala warna kulit termasuk kulit hitam. Demikian juga dengan berkat-Nya, kasih-Nya, atau cinta-Nya disediakan dan diberikan kepada semua orang (disediakan bagi setiap suku/etnis, kaum/golongan, bahasa, dan bangsa). Jika Allah yang mahabesar sungguh menghargai dan mencintai manusia apa adanya, apa hebatnya sesorang tidak bisa menghargai orang lain yang adalah sama-sama ciptaan Tuhan juga. Dalam sejarah kehidupan Islam, toleransi sudah ditunjukkan oleh kisah teladan nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam saat membagun negara Madinah. Setelah Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam tiba di madinah, Rasul melihat adanya pluralitas di kota Madinah. Jenis pluralitas yang ada buka karena etnis saja, tetapi juga perbedaan karena agama. Disamping penduduk yang beragama Islam, ada pula penduduk yang beragama Yahudi, Nasrani bahkan Musyrikin. Dengan adanya pluralitas tersebut, akhirnya Nabi SAW membangun toleransi dengan Piagam Madinah.
     Piagam Madinah adalah dokumen politik resmi pertama yang membicarakan prinsip kebebasan beragama. Diantara butir-butir Piagam Madinah adalah penegasan toleransi beragama untuk saling menghormati antar agama dan tidak menyakiti serta melindungi anggota-anggota yang terikat dalam Piagam Madinah. Selain itu, saling tolong menolong tanpa memperdulikan keyakinan dan agama juga terjadi di sejumlah hadist dan praktik Nabi Muhammad salallahu alaihi wasalam. Di samping itu, setiap orang seharusnya sadar bahwa manusia sama kedudukannya di dalam hukum, yang artinya sama hak dan kewajibanya. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD 1945) Republik Indonesia. Jadi setiap orang harus menyadari hal ini dengan sungguh-sungguh dan tulus, sehingga tidak ada lagi perbuatan yang tidak menghargai orang lain seperti membunuh, melecehkan, dan melakukan tindakan kekerasan yang melawan hukum. Sesungguhnya siapapun yang melakukan hal ini telah melanggar hukum Tuhan dan hukum dunia (negara) termasuk etika dan moral. jadi kita tarik kesimpulan sangat la penting menghargai pendapat orang ini pasti akan membantu kita dalam waktu panjang.






Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Technology

Pages