Sehat dan tampan, mungkin hanya dua kata itu yang tepat untuk mendeskripsikan foto
diatas. Siapa sangka? pria berumur 26
tahun asal Perbaungan, Serdang Bedagai ini
adalah seseorang yang berhasil sembuh dari vonis kanker otak. Faisal Amri
Nasution namanya. Ia harus berjuang melewati rintangan sebagai pengidap kanker
hampir 4 tahun. Dimulai gejala awal pada 2015 hingga tahap kesembuhan pada
2018. Ayah Faisal bekerja sebagai supir becak dan ibunya buka warung makan
kecil-kecilan.
Faisal awalnya bekerja sebagai
seorang pramuniaga di salah satu minimarket di kota Medan pada 2015 akhir. Saat
itu lah ia mulai merasakan gejala awal denyut dikepalanya. Ia pun harus sering
diantar pulang oleh rekan kerjanya lantaran sering kambuh. Tak tahan dengan
kondisi begitu. Orang tua Faisal pun lekas membawa dia periksa ke rumah sakit
di dekat tempat tinggalnya. Namun dokter mendiagnosanya hanya sakit biasa.
Setelah merasa sehat, ia pun melanjutkan
aktivitasnya bekerja. Tetapi denyutan itupun datang lagi sehingga mengharuskan
ia untuk pulang dan dirawat di rumah sakit lagi. Dokterpun merasa ini bukan
sakit biasa. Akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap
fasilitasnya. Setelah melewati tahap pemeriksaan, ternyata dokter memvonisnya
mengidap kanker di otaknya yang berukuran setetes air. Dokter menyarankan untuk
tindakan operasi.Pasalnya jika tumor itu tidak dibuang akan berkembang hingga
membahayakan Faisal. Namun saat itu Faisal
dan orang tua nya belum siap untuk melanjutkannya. Akhirnya Faisal pun
memutuskan untuk tidak operasi dan kembali ke rumah. Sehingga dokter pun
menyarankan agar mencari pengobatan alternatif lain.
Seperti kejadian sebelumnya. Sakit
itu kembali kambuh. Faisal merasakan denyut yang luar biasa dan membuat organ
tangan dan kaki kirinya melemah. Tak tega dengan kondisi seperti itu akhirnya
orang tua nya pun harus membawa nya kembali kerumah sakit dan memutuskan untuk
melakukan operasi pada Februari 2017 kepada anaknya. Operasi pertama pun
lancar. Tangan dan kaki kirinya pulih kembali. Namun harus menunggu satu bulan
untuk memasang tempurung kepala Faisal. Belum ada sebulan, kepala Faisal
menunjukkan benjolan sebesar telur ayam. Setelah konsultasi ke dokter dan dilakukan
periksaan ternyata kanker itu tumbuh kembali. Dan akhirnya pun Faisal mendapat
tindakan operasi yang kedua.
Operasi Faisal yang kedua ini,
membuat tubuhnya tidak bisa apa-apa. Sehingga ia harus dirawat seperti anak
bayi yang baru lahir. Tak lama kemudian benjolan itu tumbuh kembali. Namun
berbeda dari sebelumnya. Benjolan kali ini semakin besar dan kemerahan dan
bahkan pecah hingga mengeluarkan air yang jernih. Bukan mengeluarkan darah.
Kondisi ini mengharukan Faisal untuk mendapatkan tindakan operasi yang ketiga.
Sukses operasi ketiga ini. Tuhan berkata lain, berkat doa dan perjuangan keras
orang tua nya yang hanya ingin melihat anaknya sembuh. Akhirnya faisal pun
sembuh dari kankernya. Namun tidak sampai disitu, Faisal diwajibkan untuk
fisioterapi untuk memulihkan anggota tubuhnya. Hampir satu tahun ia melakukan
fisioterapi dan akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2018, Ia benar-benar sembuh.
Sebelumnya Faisal aktif di dunia
permodelan. Bahkan saat ia pertama kali divonis dokter mengidap kanker. ia
menyempatkan diri mengikuti ajang pemilihan Teruna dan Belia (putra-putri)
daerah Serdang Bedagai dan mendapatkan gelar Teruna terfavorit 2015. Faisal pun
menyampaikan bahwa tidak ada perjuangan yang tidak membuahkan hasil. Dia berpesan
bahwa jangan sia-siakan hidup didunia ini selagi kita diberikan kesehatan.
Faisal pun sekarang sudah hidup normal kembali dan menjalankan aktivitas
membantu perkejaan orang tuanya. Ia juga
mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semua orang yang telah membantunya.
Penulis : Rahman Hidayat/Ilmu Komunikasi 1 Jurnalistik//FIS/UINSU







0 Comments:
Posting Komentar